| Cara Membuat Visa Schengen |
|
|
|
| Monday, 07 March 2011 18:21 |
|
There are no translations available. CARA MEMBUAT VISA SCHENGEN DARI KEDUTAAN ITALIA JAKARTA
Oktober 2010 lalu, saya berencana jalan-jalan ke beberapa negara di Eropa. Kemudian saya memohon Visa Schengen dari Kedutaan Besar Italia di Jakarta. Saya memang sengaja memohon Visa Schengen dari Kedutaan Besar Italia karena dalam perjalanan saya ke Eropa, Italia merupakan negara yang rencananya pertama kali saya kunjungi dan paling lama durasi tinggalnya. Teman-teman sebenarnya bisa juga melakukan permohonan Visa dari Negara Schengen lainnya seperti Belanda, Prancis, Spanyol dan lain-lain tergantung poin kedatangan teman-teman dan negara Schengen mana yang menjadi tempat yang terlama dikunjungi. Berikut sedikit informasi bagaimana mendapatkan Visa Schengen (meskipun ketika saya memohon Visa Schengen ini sempet deg-deg an juga takut di tolak…hehehe), soalnya udah ngebet banget pengen ke Eropa…
1. Buka website kedutaan Italia di Jakarta, http://www.ambjakarta.esteri.it
2. Download form permohonan visa Schengen
Untuk keperluan turis atau bisnis yang kurang dari 90 hari (Type C):
Untuk keperluan turis atau bisnis yang lebih dari 90 hari (type D):
3. Isi Formulir selengkap-lengkapnya.
http://www.ambjakarta.esteri.it/NR/rdonlyres/618770AD-569C-48AD-A894-DAAA62BC5F5F/0/ICAOPhoto.pdf
5. Waktu pengurusan permohonan visa 12-15 Hari
8. Setelah Formulir dan Dokumen pendukung telah siap, maka pemohon Visa diharuskan melakukan perjanjian melalui website yang tertera di bawah ini untuk penyerahan formulir tersebut ke Kedutaan Italia di Jakarta JL. Imam Bonjol. Dari perjanjian penyerahan formulir tersebut pemohon akan mendapat Tanggal dan Waktu penyerahan formulir.
https://web.esteri.it/prenotaOnline/login.aspx?cidsede=100025&returnUrl=/prenotaOnline/
Setelah formulir permohonan Visa dan Dokumen sudah diserahkan, setelah itu tinggal berdoa agar permohonan Visa Schengen diterima, sayang kan 700ribu terbuang sia-sia jika permohonan Visa di tolak. Untuk itu teman-teman memang harus membaca secara detail persyaratan dan melengkapi dokumen pendukung selengkap-lengkapnya.
TIPS:
1. Menurut kabar-kabar yang beredar di dunia per-Visa-an, minimum dana di rekening Rp. 50 Juta, dan dana tersebut sudah ada di rekening itu dalam tiga bulan terakhir, agar Visa bisa diterima. Tetapi ketika saya mengajukan permohonan Visa Schengen (bulan Oktober 2010 lalu), uang di rekening saya bahkan tidak sampai setengahnya. Tetapi, saya minta bantuan ke orang tua saya (hehehe curang ya..). Jadi print rekening orang tua saya selama 3 bulan terkakhir juga saya ikutkan ditambah surat keterangan dari orang tua saya (dalam bahasa inggris) mengenai tujuan kepergian saya ke Italia dan memastikan bahwa saya akan kembali ke tanah air seusai kunjungan wisata tersebut.
3. Tiket pulang-pergi tidak perlu di beli/ dibayar dahulu ( tidak perlu di-issued untuk permohonan Visa Schengen). Cukup bukti booking-an tiket pesawat pulang-pergi saja yang bisa di print di kantor tour and travel atau di kantor maskapai penerbangan yang akan digunakan. Saya bahkan tidak perlu menunjukkan tiket asli /tiket yang sudah di bayar ketika pengambilan Visa. Saya baru membeli tiket kemudian setelah saya tahu bahwa permohonanVisa Schengen saya diterima.
4. Asuransi perjalanan memang harus dibeli terlebih dahulu. Dan harus dilampirkan. Ketika saya ke Eropa bulan Oktober 2010, untuk perjalanan 14 hari saya membayar US$52 untuk asuransi yang mengcover internasional dengan pertanggungan hingga US$100.000 dengan asuransi Chartis. Asuransi bisa dibeli di travel agent seperti Avia Tour atau Vaya Tour. Atau langsung ke Chartis di gedung BEJ. Tanya ke asuransi anda perihal jika Visa di tolak apakah uang asuransi bisa dikembalikan atau di atur kembali waktu-nya.
5. Reservasi hotel di Negara-negara Schengen sudah HARUS dibooking terlebih dahulu. Saya mem-booking hotel-hotel tersebut lewat venere.com, di venere ini meskipun toh nantinya Visa Schengen di tolak, bisa dibalikkan kembali uang teman-teman lewat Kartu Kredit yang teman-teman pakai untuk membayar bookingan hotel tersebut (ASALKAN TIDAK MEMESAN YANG NON REFUNDABLE). **Perhatikan batas waktu pembatalan ketika anda melakukan booking hotel**
6. Dokumen pendukung benar-benar HARUS dilengkapi jika ingin permohonan Visa diterima.
Setelah permohonan Visa Schengen diterima, Selamat Berpetualang!!!!! |








Comments
saya dengan Era. Mba priska, setau saya SIUP itu tidak rahasia loh, karena tercatat secara publik kok di deperindag.jadi harusnya bisa di minta ke HRD tempat mba priska bekerja. Fotokopian saja mba, dituliskan saja di fotokopian tersebut bahwa SIUP untuk keperluan pembuatan visa schengen. Oh iya mba, SIUP itu diharuskan/diwajibkan untuk dilampirkan kalau mau buat visa schengen dari kedutaan besar Italia di jakarta. jadi syarat wajib, kalau tidak lengkat pasti disuruh balik lagi deh.. Selamat berlibur....semoga membantu ya
saya minta contoh surat sponsor......
terimakasih.
boleh minta emailnya mba? akan saya kirim langsung suratsponsornya ...trims...
Jika arif tinggal bersama teman, berarti tidak perlu bookingan tempat tinggal disana, ditulis saja alamat teman Arif disana(di aplikasi-nya), nah kalau Arif tidak bekerja, apakah wiraswasta? kalau wiraswasta berarti dibutuhkan no SIUP perusahaan. Semoga membantu..
Mba,, aq mw apply visa ke perancis trs kbtulan aq jg mnt sponsor dana dr ortu (pake rek. Ortu) utk rekening tabungannya.. Boleh mnt contoh surat sponsornya ga mba?? Thanks yaa...
Tolong dikirim ke emailku yaa mba...
RSS feed for comments to this post